Selamat Jalan Saudaraku, Gery Noor Esha!

E-mail Print PDF

Jrs Demak

Kurang lebih satu tahun yang lalu aku mengenalnya lewat sebuah tulisan yang ku baca di website J-Rocks, "Keterbatasan Tak Mengurangi Loyalitas". Sebuah tulisan yang sangat sederhana dan apa adanya itu membuatku meneteskan air mata. Aku suka semangatnya. Aku suka caranya menghadapi hidup. Melawan kanker tulang yang membuat dia harus merelakan salah satu kakinya diamputasi.

Surabaya, 11 Desember 2010 di CocaCola Soundburst - Surabaya.

Sesosok pria bertongkat di antara segerombol remaja berpakaian logo J-Rocks, menyita perhatianku. Aku mulai mendekatinya, berkenalan, dan dalam waktu sekejap kami akrab. Membicarakan banyak hal, tertawa, dan berfoto dengan berbagai gaya bersama teman-teman dari J-Rockstars (JRS) Jateng dan Jatim. Sebuah kalimat meluncur darinya saat aku bercerita tentang kekagumanku akan sosoknya "Mbak inget aku karna tongkatku ya?" Aku kaget! "Bukan karena tongkatmu, tapi semangatmu!" jawabku. Ia tersenyum kecil.

Dibantu teman-temannya dari JRS Demak kami mulai masuk area konser. Gery memilih duduk jauh dari panggung dan kerumunan penonton. Karena keadaannya memang tidak memungkinkan untuk berada di tengah-tengah ribuan orang, yang memenuhi lapangan Kenjeran Park, Surabaya malam itu.

Aku yang saat itu didapuk menjadi salah satu ambasador Coca Cola memilih meninggalkan tugasku dan duduk bersama Gery dan teman-temannya. Gery melanjutkan cerita tentang penyakitnya. Sekolahnya yang harus berhenti setahun dan cerita  awal masuk bangku kul;iah di salah satu Universitas di Jateng. Sesekali Gery memegangi dadanya, "Sesak" katanya. Kami terus bercerita, berfoto, dan tertawa. Sampai akhirnya nafas Gery mulai tidak terkontrol. Dia terus bertahan sampai J-Rocks selesai tampil. Aku menangis. Aku tidak tega melihatnya kesakitan. Terpikir olehku untuk menghubungi Bang Boy, kru J-Rocks. Aku ingin mempertemukan Gery dengan J-Rocks. Aku ingin perjuangannya datang ke Surabaya tidak sia-sia. Aku terus mencoba menghubungi Bang Boy. Sampai akhirnya Bang Boy menyetujui ideku untuk mempertemukan Gery dengan J-Rocks di hotel usai acara.

Gery

Urusan J-Rocks beres. Tinggal mengurus ijinku ke pihak Coca Cola untuk meninggalkan lokasi. Gery dan teman-temannya mulai berjalan menuju tempat parkir. Saat itulah tiba-tiba Gery jatuh pingsan. Aku ketakutan. Aku mencari bantuan sambil terus menangis. Beberapa saat kemudian tim medis datang. Alhamdulillah, Gery siuman. Tim medis kemudian mengantarnya ke tempat parkir.

Masalah belum selesai. Aku tidak mendapat ijin untuk meninggalkan lapangan. Padahal Gery sudah menunggu hampir satu jam di mobil. Beberapa saat kemudian aku putuskan untuk meninggalkan lapangan tanpa ijin dan mengantar Gery bertemu J-Rocks di hotel. Aku berlari menuju tempat parkir. Tapi Gery sudah meninggalkan lokasi untuk segera kembali ke Demak. Aku terduduk lemas di depan gerbang Kenjeran Park sambil terus menangis.

Tidak kehabisan akal, aku harus memberikan sesuatu untuk perjuangan Gery malam itu. Keesokan paginya aku mendatangi hotel Ibis, tempat J-Rocks menginap. Sekali lagi, dengan bantuan Bang Boy aku mengambil video testimoninya J-Rocks untuk Gery, yang saat itu hanya bisa diwakili oleh Sony dan Wima. Dalam video singkat berdurasi 30 detik itu Sony dan Wima memberi semangat untuk Gery.

Beberapa hari kemudian aku mengupload video itu di Facebook. Dengan bantuan JRS Arta Sifo dari Demak, video itu sampai ke Gery yang sepulang dari Surabaya opname di Rumah Sakit Karyadi Semarang. Dengan suara terbata-bata, Gery mengucapkan terima kasih padaku melalui telepon. Terdengar bahagia meskipun sedikit terbata. Aku kembali meneteskan air mata. Tapi kali ini air mata bahagia karma aku bisa melakukan sesuatu untuk Gery.

Beberapa bulan setelah itu kami masih berkomunikasi via SMS. Ia bercerita banyak lagi tentang dirinya. Menanyakan banyak hal tentang kuliahnya yang terbengkalai karena harus intens menjalani pengobatan. Satu hal yang membuatku salut. Dia tidak ingin orang lain sedih melihat keadaannya. Di setiap SMS-nya, Gery selalu menyelipkan guyonan seolah ingin mengatakan bahwa dia baik-baik saja.

Tuhan benar-benar menyayangi Gery. Rabu, 02 Maret 2011, Dia memanggil Gery untuk kembali ke pelukannya. J-Rockstars Indonesia berduka. Mereka kehilangan salah satu pejuang terbaiknya. Lantunan doa mengiring kepergiannya ke tempat yang lebih indah di sisi-Nya.

Memang tak pernah ada yang tau berapa lama kita diberi kesempatan untuk bisa bercengkerama dengan mentari. Berlari mengejar ombak dan duduk di bawah langit malam untuk menghitung bintang. Perjuangan dan semangatmu akan tetap hidup di hati kami Gery.

Tuhan, jaga Gery buat kami ya..

Selamat Jalan Saudaraku!

By Layin Zello JRS (JRS Sby) This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

 

 

 


Last Updated ( Wednesday, 02 March 2011 19:08 )  

 

 

 

Brand News