Aku Sangat Percaya

E-mail Print PDF
"Aku Sangat Percaya"
Aku tidak pandai mengolah kata layaknya Chairil Anwar
Aku tidak tahu pula berapa persisnya kecepatan rata-rata foton
Aku juga tidak tahu kenapa Abraham Licoln tewas terbunuh
Aku tidak mengerti  kenapa Eistein bisa begitu cerdas mengungkap teori relativitas
Tapi, satu hal yang aku tahu pasti, hidup telah mengajariku banyak hal

Ya, hidup membimbingku untuk terus bertahan dan bersikap tegar, ketika setahun lalu dokter memvonisku mengidap osteosarkoma, aku hanya tertunduk diam. Dalam keheningan itu, pertanyaan bodoh malah muncul di benakku. Apa pria yang memakai jas putih itu dokter gadungan? Jika dia dokter, aku yakin dia pasti membual! Bisa saja kan mengatakan aku mengidap osteosarkoma, padahal dia sendiri tidak mengerti apa itu arti deretan huruf aneh itu. Sekarang aku tanya saja pada kalian, apa kalian tahu penyakit bernama osteosarkoma? apa? kalian tahu? benarkah? coba jelaskan!

Kalian salah. Itu bukan penyakit sapi gila! Enak aja.

Ah sudahlah. Aku terangkan saja apa yang dikatakan dokter sok tahu itu padaku. Katanya, osteosarkoma itu salah satu penyakit kanker tulang primer. Gejala yang paling ditemukan adalah rasa nyeri serta pembengkakkan pada tungkai yang menyebabkan penderita berjalan timpang dan lengan akan terasa nyeri jika mengangkat sesuatu, Dan bla-bla-bla......

Oaahmmm...... Mendengarnya mengoceh panjang lebar, aku makin tidak tahan, Aku ngantuk, kupejamkan mataku hingga terlelap. Ketika aku bangun, hidupku kini tinggal separo. Namun perjalanan hidupku tidak akan membuatku terjatuh. Aku akan tetap mendongakkan kepala dan berkata lantang pada dunia bahwa aku tidak akan menyerah walau kehilangan satu kakiku.

Aku yakin pula bahwa aku masih bisa melihat kerlip bintang di angkasa dan menyapa ilalang yang bergoyang. Begitu pula untuk berlari mengejar matahari, lalu menyusuri lorong gelap di sepanjang gang sempit dan kemudian mencari jalan pulang.

Aku percaya aku tetap bisa melakukan itu semua. Aku percaya hidup akan menunjukkan betapa Tuhan menyayangiku selama ini. Aku percaya perjalananku masih panjang Aku juga percaya hari esok telah menungguku dan dunia akan menyambutku dengan pelukan hangat ketika aku berhasil mengatasi segala hal dengan baik nanti. Sekali lagi aku sangat percaya.

Gery Noor Esha

Kamu  Berhasil Gery!

Apa yang kau inginkan untuk tetap bisa melihat bintang terwujud kawan! Bahkan engkau lebih dekat dengan bintang itu sekarang.Kamu tidak lagi menyapa ilalang yang bergoyang tapi ilalang bergoyanglah. Ia menyapamu dengan sapaan yang tidak pernah di berikan pada siapapun kecuali kamu. Pun untuk mengejar matahari seperti apa yang kamu katakana, sekarang matahari sudah dekat denganmu. Kamu berhasil menyusuri lorong gelap di sepanjang gang sempit dan menemui surga di ujungnya.Itu adalah rumah terindah yang belum pernah kamu ketahui,  spesial untuk kamu. Kamu telah menemukan jalan pulang, jalan itulah yang menjemputmu hingga kau tidak begitu sulit untuk mencarinya.

Disana  kamu bisa melakukan apapun yang kamu inginkan, tanpa ada yang melarangmu dan dengan mudah kamu mendapatkannya.Hidup sudah menunjukkan bahwa Allah SWT menyanyangimu dengan cara membuatmu dekat dengan-Nya. Betapa Dia menyayangi-Mu bahkan dunia iri, dan yang kamu percayai bahwa hari esok telah menunggu.Itu terwujud bahkan hari esok pun telah kau dapati.Pelukan  dunia dan sambutan hangat dari dunia sudah kau dapati bukan hanya dunia yang memelukmu tapi sekarang kamu lah yang dapat memeluk dunia.Kamu berhasil mengatasi segala hal dengan sangat baik.Sangat baik sekali kawa. sekali lagi, “KAMU BERHASIL!”

"Aku menangis bahagia karena kamu telah berhasil"

Tulisan Gery yang di pigura ditulis ulang oleh  Hendri J.A ( This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it ) yang berkunjung ke tempat Gery. Gery menulis ini setelah kakinya diamputasi dan dimuat di sebuah majalah. Sub judul kamu Berhasil Gery ditulis oleh Hendri.

Last Updated ( Wednesday, 09 March 2011 20:07 )  

 

 

 

Brand News